Puisi Modern - JASMINE LARASATI

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

You cannot escape the responsibility of tomorrow by evading it today.

Senin, 05 Februari 2024

Puisi Modern

 Puisi Modern 

Puisi modern adalah sebuah jenis karya sastra yang tidak terikat dengan aturan-aturan baku tertentu dalam proses pembuatan serta pembacaanya. Bebas atau tidak terikat dengan aturan adalah dua hal yang bisa menjelaskan bentuk karya sastra ini. Aturan seperti jumlah suku kata dan diksi, jumlah baris, rima (sajak) ataupun jumlah bait tidak akan ditemui dalam bentuk puisi yang satu ini.

Jenis Jenis Puisi Modern

1. Ode

Puisi modern ini berusaha mengungkapkan sanjungan atau pujian kepada orang-orang yang berjasa atau memiliki tema kepahlawanan. Biasanya memiliki tone yang serius, sehingga karakteristik bahasanya terlihat lebih berbeda daripada puisi-puisi bentuk modern jenis lain.

2. Balada

Balada merupakan puisi yang bercerita mengenai kisah dari sebuah karangan pribadi, mitos, atau legenda masyarakat, dan dipercayai akan kebenarannya. Balada akan ditulis menyerupai dialog oleh pengarang, dengan begitu cerita yang ada di dalamnya akan terkesan lebih hidup dan menarik untuk dibaca atau didengarkan.

3. Epigram

Ajaran hidup atau tuntunan ke arah kebenaran merupakan isi dari sebuah epigram.

4. Romance / Romansa

Dilihat dari namanya, tentu kita bisa menebak bahwa puisi modern satu ini akan menceritakan kisah-kisah percintaan yang bisa muncul dari pengalaman si penulis.

5. Elegi

Tema dari puisi ini berkaitan dengan ratap tangis atau kesedihan. Pengalaman-pengalaman pahit yang pernah dialami biasanya menjadi objek dari sebuah elegi. Bisa juga sebuah penyesalan yang pernah dilakukan di masa lalu

6. Satire

Sindiran atau kritik kepada penguasa yakni orang yang memiliki kedudukan kemudian dituangkan ke dalam bentuk karya sastra lalu disebutlah sebagai satire. Kata “satire” berasal dari bahasa Latin, yaitu “satura” yang berarti sindiran atau kecaman.

7. Himne 

Karya sastra ini berisi pujian-pujian untuk Tuhan, tanah air tercinta dan pahlawan yang telah ikut berjuang membela kemerdekaan. Namun, saat ini kebanyakan himne merupakan bentuk puisi yang dinyanyikan.

Contoh Puisi Modern.

1. Ode

Puisi untuk Guru

Karya: Muhammad Yanuar

Engkau bagaikan cahaya

Yang menerangi jiwa

Dari segala gelap dunia

Engkau adalah setetes embun

Yang menyejukkan hati

Hati yang ditikam kebodohan

Sungguh mulia tugasmu guru

Tugas yang sangat besar

Guru engkau adalah pahlawanku

Yang tidak mengharapkan balasan

Segala yang engkau lakukan

Engkau lakukan dengan ikhlas

Guru jasamu takkan kulupa

Guru ingin kuucapkan

Terima kasih atas jasamu


2. Balada 

Ibu yang Dibunuh

Karya: W.S. Rendra 

Ibu musang di lindung pohon tua meliang Bayinya dua ditinggal mati lakinya.   Bualan sabit terkait malam memberita datangnya Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.   Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.   Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.   Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.   Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.   Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara   Lalu satu ketika di pohon tua meliang Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.   Dan jalannya semua peristiwa Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.  

3. Epigram

Rakyat adalah Sumber Ilmu

Karya: WS Rendra 

Oleh karena itu rakyat adalah guru. Adalah sumber ilmu. Rakyat adalah gua di mana Kresna dan Arjuna bertapa. Rakyat adalah samudera luas di mana Sang Bima bertemu dengan Dewa Rucinya.   Janganlah kita menunggu Ratu Adil. Ratu Adil bukanlah orang. Ratu Adil bukanlah lembaga. Ratu Adil adalah keadaan di mana ada keseimbangan antara roh dan badan.   Wahyu Cakraningrat tidak ada. Wahyu Cakraningrat, Wahyu Pendeta Raja, adalah impian deksura.   Syahdan di dalam alam hanyalah ada Satu Wahyu. Ialah Sabda. Dan sabda adalah citra diri Tuhan. Di dalam masyarakat manusia, Sabda memiliki sembilan bayangan. Itulah yang disebut sebagai sembilan wahyu. Wahyu ahli agama. Wahyu ahli alam. Wahyu ahli kesenian. Dan lalu: Wahyu ahli obat-obatan. Wahyu ahli pendidikan. Wahyu ahli pertanian dan peternakan.

4. Romance / Romansa 

CINTA DALAM DIAM

Karya: Lorna D.A 

Memandangmu dari jauh Hanya itu yang bisa kulakukan Berharap kau peka Berharap kau sadar Berharap kau mengerti perasaan ini Meski ku tak pernah mengatakannya Ataupun memberimu kode Karena ku hanya lelaki sederhana Yang berada diantara orang-orang yang menyukaimu Apa yang akan kulakukan dengan perasaan ini?? Jawabannya adalah Ku akan menjaganya Meski tak ada kepastian yang meyakinkanku Namun ku percaya Cinta ini begitu tulus Hanya Untukmu 

5. Elegi

Derai-Derai Cemara

Karya: Chairil Anwar

cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam   aku orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan lagi   hidup hanyalah menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap tak diucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah  

6. Satire

Aku bertanya

Karya: WS Rendra  

Aku bertanya… tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidat penyair-penyair salon, yang bersajak tentang anggur dan rembulan,   sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.  

7. Himne

Doa

Karya: Chairil Anwar 

kepada pemeluk teguh   Tuhanku Dalam termangu   Aku masih menyebut nama-Mu   Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh   caya-Mu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi   Tuhanku   aku hilang bentuk remuk   Tuhanku   aku mengembara di negeri asing   Tuhanku di pintu-Mu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling  

Sumber 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar