Sistem Komputer - JASMINE LARASATI

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

You cannot escape the responsibility of tomorrow by evading it today.

Senin, 21 Agustus 2023

Sistem Komputer

 A. Sistem Bilangan 

Sistem Bilangan Komputer adalah teknik untuk mewakili angka dalam arsitektur sistem komputer, setiap nilai yang kalian simpan atau masukkan kedalam memori komputer memiliki sistem angka yang ditentukan. Misalkan ketika kita mengetik beberapa huruf atau kata, komputer menerjemahkannya dalam angka karena komputer hanya dapat memahami angka. Komputer dapat memahami sistem nomor posisi di mana hanya ada beberapa simbol yang disebut digit dan simbol-simbol ini mewakili nilai yang berbeda tergantung pada posisi yang mereka tempati dalam angka tersebut.


1. Sistem Bilangan Desimal

Sistem angka desimal hanya memiliki sepuluh (10) digit dari 0 hingga 9 . Setiap angka (nilai) mewakili dengan 0,1,2,3,4,5,6, 7,8 dan 9 dalam sistem angka ini. Basis sistem angka desimal adalah 10, karena hanya memiliki 10 digit.

Contoh:

Misalnya, angka desimal 1234 terdiri dari angka 4 di posisi satuan, 3 di posisi puluhan, 2 di posisi ratusan, dan 1 di posisi ribuan. Nilainya dapat ditulis sebagai ;

Langkah   Angka desimal

Langkah 1 (1 x 1000)+ (2 x 100)+ (3 x 10)+ (4 x l)

Langkah 2 (1 x 103)+ (2 x 102)+ (3 x 101)+ (4 x l00)

Langkah 3 1000 + 200 + 30 + 4

Langkah 4 1234


2. Sistem Bilangan Biner

Bahasa mesin adalah biner. Ini berarti bahwa bahasa mesin memiliki nilai biner atau dua nilai, kombinasi yang mewakili data. Kedua status ini adalah  “aktif” yang diwakili oleh 1 dan “tidak aktif” , diwakili oleh “0” . Karena itu setiap angka (nilai) diwakili dengan 0 dan 1 di sistem angka ini.

Contoh ; 

Nomor Biner: 10101 2

Langkah Nomor Biner Angka desimal

Langkah 1 10101 2 ((1 x 2 4 ) + (0 x 2 3 ) + (1 x 2 2 ) + (0 x 2 1 ) + (1 x 2 0 )) 10

Langkah 2 10101 2 (16 + 0 + 4 + 0 + 1) 10

Langkah 3 10101 2 21 10 


3. Sistem Bilangan Oktal

Sistem angka oktal hanya memiliki delapan (8) digit dari 0 hingga 7 . Setiap angka (nilai) mewakili dengan 0,1,2,3,4,5,6 dan 7 dalam sistem angka ini. Basis sistem angka oktal adalah 8, karena hanya memiliki 8 digit.

Contoh:

Angka Oktal: 12570 8

Langkah    Angka oktal    Angka desimal

Langkah 1 12570 8   ((1 x 8 4 ) + (2 x 8 3 ) + (5 x 8 2 ) + (7 x 8 1 ) + (0 x 8 0 )) 10

Langkah 2 12570 8   (4096 + 1024 + 320 + 56 + 0) 10

Langkah 3 12570 8     5496 10


4. Sistem bilangan Heksadesimal

Sebuah sistem nomor heksadesimal memiliki enam belas (16) nilai-nilai alfanumerik dari 0 ke 9 dan A ke F . Setiap angka (nilai) mewakili dengan 0,1,2,3,4,5,6, 7,8,9, A, B, C, D, E dan F dalam sistem angka ini. Basis sistem bilangan heksadesimal adalah 16, karena memiliki 16 nilai alfanumerik. Di sini A adalah 10 , B adalah 11 , C adalah 12 , D adalah 13 , E adalah 14 dan F adalah 15 .

Contoh:

Nomor Heksadesimal: 19FDE 16

Langkah Nomor Biner Angka Desimal

Langkah 1 19FDE 16 ((1 x 16 4 ) + (9 x 16 3 ) + (F x 16 2 ) + (D x 16 1 ) + (E x 16 0 )) 10

Langkah 2 19FDE 16 ((1 x 16 4 ) + (9 x 16 3 ) + (15 x 16 2 ) + (13 x 16 1 ) + (14 x 16 0 )) 10

Langkah 3 19FDE 16 (65536+ 36864 + 3840 + 208 + 14) 10

Langkah 4 19FDE 16 106462 10


B. Sistem Pengkodean 

Apa itu Sistem Pengkodean Komputer?

Mengembangkan aplikasi, situs web, dan perangkat lunak menggunakan kode, bahasa yang memberi tahu apa yang harus dilakukan komputer; karena komputer tidak memahami bahasa, mereka hanya memahami biner, yaitu 0 dan 1, dan kombinasi bilangan biner itulah yang digunakan oleh komputer kita.Apa itu Sistem Pengkodean Komputer?

Mengembangkan aplikasi, situs web, dan perangkat lunak menggunakan kode, bahasa yang memberi tahu apa yang harus dilakukan komputer; karena komputer tidak memahami bahasa, mereka hanya memahami biner, yaitu 0 dan 1, dan kombinasi bilangan biner itulah yang digunakan oleh komputer kita.

1. Sistem Pengiriman Pesan dan Perintah


Komputer bekerja dengan cara memproses perintah dalam bentuk bit (binary digit). Seperti yang telah dijelaskan di subbab sebelumnya, bit hanya dapat mempunyai dua kemungkinan nilai, yaitu O dan 1. Kedua nilai tersebut mewakili keadaan ada atau tidaknya arus listrik (ON/OFF) di dalam sebuah rangkaian listrik. 


Bit-bit yang ada disimpan di memori menggunakan kapasitorkapasitor yang berfungsi untuk menentukan ada atau tidaknya arus listrik. Arus listrik menentukan muatan dari setiap bit yang akan menentukan nilai bit (O atau 1). 


Setiap bit dalam sebuah byte akan diberi nilai yang akan menentukan nilai di satu byte memori. Sebagai contoh, misalkan sebuah byte ingin menyimpan sebuah pesan, yaitu huruf kapital 'A'. Mengacu kepada standar ASCII kode untuk huruf A adalah 65,” Jika ASCII kode tersebut dikonversi ke dalam bilangan biner, maka akan menjadi 01000001


UJI PEMAHAMAN PELAJARAN 3


Tidak ada komentar:

Posting Komentar